JUJUR saja, saya pribadi merasakan kejengkelan yang kian mendalam pada Malaysia, terutama dengan segala klaim kebudayaan milik Indonesia yang beberapa waktu semakin menjadi-jadi. Keris, batik, dan bahkan reog ponorogo. Ugh!
KLOP, ciples pisan, podo wae, sami mawon, mungkin begitu banyak kata singkat yang pas untuk menggambarkan kesamaan penilaian kinerja lembaga eksekutif (pemerintah pusat sampai daerah) dan lembaga legislatif (DPR pusat sampai daerah). Yang satu dikenal dengan penilaian "rapor merah" dan yang satu lagi dengan predikat "pembolos".
MENGAWALI bulan Puasa sudah pasti kita dihadapkan pada kondisi tubuh yang sedikit lesu karena kurang terbiasa dengan asupan makanan yang berkurang, sehingga mengakibatkan menurunnya stamina. Dengan menurunnya stamina secara langsung memunculkan sikap malas. Telat bekerja dan bangun siang merupakan kondisi awal yang dihadapi saat menjalankan ibadah puasa.
BEBERAPA waktu lalu, saya sempat melakukan perjalanan budaya dan liputan seni ke Kota Surakarta, Jawa Tengah. Kota yang dikenal sebagai kota berwawasan budaya dan Keraton Surakarta ini memang sangat akrab dengan seniman dan budayawan.
HEBOH ledakan tabung gas 3 kg yang kerap terjadi akhir-akhir ini menjadi teror nyata bagi masyarakat. Terutama bagi rakyat kecil yang baru memakai gas tersebut melalui program konversi minyak tanah ke gas sejak 2008 lalu. Sebelumnya, mereka boro-boro tahu soal cara pemasangan regulator dan tektek-bengek lainnya soal penggunaan gas.
SETIAP tahun ajaran baru, selalu saja ada permasalahan yang harus dihadapi orangtua murid. Salah satunya, buku paket pelajaran. Buku memang merupakan salah satu sarana penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan mendukung keberhasilan kegiatan belajar mengajar (KBM).
BEBERAPA tahun silam ketika saya ditugaskan meliput kegiatan sebuah pesantren terkait pengerahan pasukan jin dalam sebuah muktamar besar, saya bertemu dengan Kiai Ubaidillah, salah seorang kiai di Pesantren Cipasung Tasikmalaya, adik K.H. Ilyas Ruhiyat (alm.).
SAYA tidak ingin mengatakan Pemkab Bandung kurang baik dalam membuat rencana pembangunan jalan, karena memang tidak memiliki data lengkap mengenai hal tersebut. Namun ketika sejumlah warga kampung dan beberapa RW di Kel. Jelekong Baleendah mengeluhkan cara kerja pemerintah dalam merehab Jalan Raya Laswi, Baleendah sehingga mengakibatkan rusaknya jalan desa yang sehari-hari mereka lewati, akhirnya menjadi pikiran juga.
SEORANG kawan pernah berkeluh kesah dan mengaku was-was ketika mengendarai sepeda motor untuk berbagai keperluan, terutama ketika berangkat atau pulang kerja.
HABIS sudah apa yang dimiliki Mang Pe'i. Ya hartanya, ya harga dirinya, juga seluruh pendukungnya yang selalu menjanjikan kemenangan padanya dalam pemilihan kepala desa (pilkades), untuk kembali berkuasa lima tahun ke depan. Kekalahannya dalam pilkades tahun ini tinggal menyisakan puing-puing kebanggaan dan rasa percaya dirinya sebagai calon kepala desa yang merasa paling diunggulkan.
Senin, 15 Maret 2010
Tukang Tipu
Oleh: Enton Supriatna Sind
SEPAGI itu sudah datang dua orang tamu ke rumah. Mereka adalah tetangga yang memang biasa berkunjung. Namun kedatangan kali ini berbeda, mereka agak tergopoh-gopoh. Salah seorang di antaranya membawa dua lembar kertas fotokopian ukuran uang kertas Rp 100.000. Bagian pinggirnya agak luntur terkena air.
Dia pun bercerita tentang asal-usul kertas itu. Menurutnya, benda tersebut didapat dari sabun mandi yang baru dibelinya. Karena kaget dan penasaran, akhirnya dia membatalkan acara mandi paginya. "Setelah bungkus sabun itu dibuka, ada kertas yang dilipat-lipat. Saya kaget melihat isinya. Gembira tapi juga bertanya-tanya," tuturnya.
Dua lembar kertas itu, yang satu berisi pemberitahuan bahwa yang bersangkutan terpilih menjadi pemenang undian dari PT X (produsen sabun mandi). Hadiahnya tidak tanggung-tanggung, sebuah Kijang Innova keluaran baru. Terdapat pula nama orang dan nomor HP yang bisa dihubungi untuk konfirmasi.
Satu lembar lagi berupa fotokopian STNK Kijang Innova berpelat nomor B dan berwarna hitam. Identitas pemilik STNK tertulis PT X yang beralamat di Bekasi. "Terus terang, kalau ini benar, saya tak berniat memiliki, sebab tak akan mampu memeliharanya. Saya jual ke Bapak saja, 50 persen dari harga sebenarnya juga tidak apa-apa," ujarnya bersemangat.
Saya senyum-senyum saja. Seribu persen saya yakin ini penipuan. Mana ada sih, orang yang tidak ikut undian apa pun tiba-tiba dapat hadiah, apalagi berupa barang yang mahal harganya? Tapi untuk menjawab rasa penasarannya, saya anjurkan agar dia menghubungi nomor HP contact person dan nomor telepon PT X. Kalau diminta menyediakan sejumlah uang, jangan dituruti.
Beberapa waktu kemudian dia datang lagi dengan wajah yang menyiratkan kekecewaan. Katanya, orang yang dihubungi lewat nomor HP itu, minta ditransfer Rp 10 juta untuk pengurusan bea balik nama STNK dan lain-lain. Namun ketika menghubungi PT X, ternyata perusahaan tersebut tidak mengadakan undian serupa itu.
Kasus di atas bukanlah modus baru dalam dunia tipu menipu. Hal serupa sering terjadi dan tidak sedikit orang yang menjadi korban. Mendapatkan keuntungan segera tanpa usaha, merupakan daya tarik yang kuat. Godaan menggiurkan itu kerapkali menenggelamkan akal sehat dan pikiran jernih.
Belum lama ini sejumlah orang di Kab. Bandung Barat tertipu dalam kasus penggandaan uang. Pelakunya seorang tukang becak. Jika akal sehat berfungsi dengan baik, sebetulnya sebelum jadi korban mereka akan bertanya: "Kalau memang tukang becak itu bisa menggandakan uang, untuk apa dia susah payah menarik becak setiap hari?"
Memang banyak cara dilakukan orang dalam dunia tipu menipu. Tujuannya, tentu saja untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya keuntungan tanpa susah payah. Usia praktik penipuan sama tuanya dengan usia sejarah manusia di bumi. Dalam sejarah awal anak Adam, Qabil melakukan tipu daya terhadap Habil untuk mencapai apa yang diinginkannya.
Penipuan dengan modus operandi seperti tadi, adalah penipuan yang secara instan bisa dirasakan korbannya. Namun ada penipuan yang secara halus dilakukan orang-orang pintar dan berpendidikan, yang tidak bisa dirasakan segera oleh korbannya. Bahkan seringkali si korban tidak sadar, namun kerugian yang ditimbulkannnya jauh lebih besar. Bentuk penipuannya adalah "janji". Bukan tidak mungkin kita menjadi bagian dari para pelaku penipuan jenis ini. (Penulis wartawan Galamedia)**