HOME BERITA UTAMA BANDUNGSOREANGCIMAHIPADALARANGJATINANGORDAERAHOPINIGEMARRAMADAN OLAHRAGA KISAH
KABAR DAERAH
Rabu, 08 September 2010
H-3 Lebaran
Cadas Pangeran Lancar Terkendali
SUMEDANG,(GM).-
Memasuki H-3 Idulfitri 1431 H, arus mudik di jalur Cadas Pangeran di wilayah Kab. Sumedang relatif lancar dan terkendali.

Rabu, 08 September 2010
Pemudik di Pantura Diguyur Hujan
SUBANG,(GM).-
Guyuran hujan deras yang turun sejak Selasa (7/9) sore di wilayah Subang, mengakibatkan arus kendaraan mudik lewat jalur pantura dari arah Jakarta menuju Cirebon harus merayap, termasuk yang dibuang dari Tol Cikopo ke jalur tengah.

Rabu, 08 September 2010
Calon Penumpang Bus Waspadai Pelaku Hipnotis
SUKABUMI,(GM).-
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi meminta agar para calon penumpang yang transit ke Terminal Sudirman, Kota Sukabumi, lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan adanya pelaku hipnotis. Karena itu, supaya dapat terhindar dari ancaman para pelaku kejahatan ini, para penumpang diimbau untuk tidak mudah teriming-imingi tawaran minuman atau makanan dalam bentuk kemasan apa pun dari orang tak dikenal.

Rabu, 08 September 2010
PDAM Tirta Bumi Perbaiki Kualitas Air
SUKABUMI,(GM).-
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi secara bertahap memperbaiki kualitas air, jaringan pipa distribusi dan transmisi, serta membuka kantor pembantu cabang pelayanan. Langkah tersebut dilakukan guna meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

Rabu, 08 September 2010
Pejabat Dilarang Terima Parsel
CIREBON,(GM).-
Wali Kota Cirebon, Subardi melarang jajaran pejabat untuk menerima hadiah atau parsel dari bawahan dan mitra kerjanya. Menurut Sekda Kota Cirebon, H. Hasanudin Manap, larangan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menghindari konflik kepentingan pejabat dengan bawahannya atau mitra kerja.

Rabu, 08 September 2010
Harga Sembako Melonjak
SUMEDANG,(GM).-
Memasuki H-3 Idulfitri 1431 H, sejumlah harga sembako di beberapa pasar tradisional di wilayah Kab. Sumedang mulai menunjukkan lonjakan. Lonjakan harga itu rata-rata berkisar antara Rp 1.000-sampai Rp 2.000.

Kamis, 18 Maret 2010
Aksi Mahasiswa Warnai HUT Ke-198 Garut
Bupati Aceng Dituntut Mundur
GARUT,(GM)-
Peringatan Hari Jadi Kab. Garut (HJG) yang ke-198, Rabu (17/3), diwanai aksi unjuk rasa puluhan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Garut. Mahasiswa menuntut Bupati Garut, Aceng H.M. Fikri, segera melaksanakan reformasi birokrasi di lingkungan Pemkab Garut, yang hingga kini masih belum terealisasi.

Mahasiswa memulai aksi unjuk rasa dengan berjalan kaki dari Sekretariat HMI Cabang Garut, Jln. Cimanuk menuju Gedung DPRD Garut Jln. Patriot. Di sepanjang perjalanan, sambil berorasi, mereka membagi-bagikan selebaran kepada pejalan kaki dan pengendara.

Di depan Gedung DPRD, para mahasiswa sempat saling dorong dengan aparat kepolisian yang berupaya menghalangi mereka masuk ke halaman gedung. Pasalnya, di dalam gedung tengah berlangsung rapat paripurna peringatan HJG ke-198.

Sebagai bentuk kekecewaan, pihak mahasiswa sempat membelakangi aparat kepolisian dan mengacungkan jempol ke bawah.

Mahasiswa mendesak Bupati Garut secepatnya melaksanakan reformasi birokrasi yang selama ini hanya menjadi wacana tak jelas, dan agar memaksimalkan pelayanan publik.

Selama aksi berlangsung, kerap terdengar yel-yel yang intinya meminta Aceng H.M. Fikri mundur sebagai Bupati Garut, karena dinilai tak mampu memimpin Garut.

Menurut Ketua HMI Cab. Garut, Hanhan Faisal, refleksi setahun kepemimpinan Bupati Aceng H.M. Fikri belum sepenuhnya melayani kebutuhan masyarakat. Diperparah dengan caranya memenej pemerintahan, sehingga membuka peluang para pejabat melakukan KKN yang bermuara para buruknya pelayanan publik.

"Kemiskinan, anak putus sekolah, pengangguran, serta rakyat yang sakit semakin hari semakin bertambah," ujarnya.

Mutasi/rotasi

Sekda Garut, Hilman Faridz, usai apel gabungan, Senin (15/3), berjanji segera melakukan sejumlah langkah guna meningkatkan kinerja birokrasi, seperti mutasi dan rotasi pejabat. Penataan segera dilakukan menyangkut kepemimpinan yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik, yakni pada lingkup kepala sekolah, desa, dan kecamatan.

Selanjutnya pengisian jabatan kosong pada eselon III dan eselon IV. Sedangkan mutasi maupun rotasi pada jabatan eselon II, selain harus menunggu keputusan gubernur, juga harus dilakukan fit and proper test secara komprehensif dengan menambahkan tes psikologi.

Peringatan hari jadi Kab. Garut sendiri berlangsung sangat sederhana dan terasa kurang gereget. Kendati sejumlah perlombaan hiburan tetap digelar sejumlah instansi di lingkungan Pemkab Garut.

Hari "H" HJG kemarin, hanya diisi upacara dan sidang paripurna khusus di Gedung DPRD Garut, Jl. Patriot. Acara defile yang biasanya digelar berbarengan dengan sejumlah atraksi budaya pada hari "H" yang sekaligus menjadi hiburan rakyat, rencananya dilaksanakan terpisah keesokan harinya.

Sejumlah warga yang sengaja datang ke Kota Garut pun kecewa. "Hanas ngahaja ka Pengkolan (pusat kota, red) bari mawa budak. Sugan teh bakal aya pawei," kata Diana (40), warga Desa Lebakjaya, Kec. Karangpawitan. (B.117)**
Share

copyright © 2001 www.klik-galamedia.com