HOME BERITA UTAMA BANDUNGSOREANGCIMAHIPADALARANGJATINANGORDAERAHOPINIGEMARRAMADAN OLAHRAGA KISAH
BERITA UTAMA
Rabu, 08 September 2010
Untuk Penumpang Angkutan Bus
Hari ini Puncak Mudik
CICAHEUM,(GM).-
Puncak lonjakan penumpang angkutan bus diperkirakan pada Rabu (8/9) atau pada H-2. Pemudik diperkirakan akan memadati terminal mulai subuh sampai malam hari. Hari ini akan dijadikan waktu mudik karena sejumlah instansi dan perusahaan mulai meliburkan karyawannya.

Rabu, 08 September 2010
Kereta Api juga Diserbu Penumpang
JLN. STASION,(GM).-
Tidak hanya bus, puncak arus mudik melalui jasa transportasi kereta api (KA) di wilayah Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung juga diprediksi terjadi pada H-2, Rabu (8/9). Pada masa puncak arus mudik Lebaran ini diperkirakan penumpang akan mencapai 12.132 orang.

Rabu, 08 September 2010
Jalur Nagreg Padat Lancar
NAGREG,(GM).-
Meski terjadi peningkatan jumlah kendaraan yang melewati Nagreg, namun hingga H-3 Lebaran, Selasa (7/9) sore, Jalan Raya Nagreg maupun Lingkar Nagreg padat lancar. Padahal arus lalu lintas di Jalan Lingkar Nagreg sempat dibuka tutup karena terjadi hujan deras.

Rabu, 08 September 2010
Waspada 12 Titik Rawan Kecelakaan
PADALARANG,(GM).-
Para pemudik diharapkan lebih hati-hati dalam menjalankan kendaraannya karena curah hujan yang cukup tinggi seperti sekarang ini berpotensi rawan kecelakaan. Berdasarkan data dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Cimahi terdapat 12 titik rawan kecelakaan di wilayah Kab. Bandung Barat (KBB).

Rabu, 08 September 2010
Meski Belum Ditemukan yang Membahayakan
Lebih Hati-hati Membeli Daging
SOREANG,(GM).-
Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kab. Bandung mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam membeli daging, khususnya daging sapi dan daging ayam. Mereka diminta membeli daging yang halal, aman, utuh, dan sehat. Meskipun demikian, pada beberapa kali pantauan dan tes fisik ke sejumlah pasar tradisional, termasuk Selasa (7/9), belum ditemukan daging yang membahayakan untuk dikonsumsi.

Rabu, 08 September 2010
1 Syawal Tahun ini Bisa Serempak
JAKARTA,(GM).-
Hari Raya Idulfitri yang jatuh pada 1 Syawal, selama ini bisa dirayakan berbeda hari di antara golongan di Indonesia. Namun untuk tahun ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) memperkirakan 1 Syawal akan jatuh di hari yang sama.

Kamis, 18 Maret 2010
Tolak Pembangunan Mal Rancaekek Trade Center
Ratusan Pedagang Demo Pengembang
ENGKOS KOSASIH/GM
PARA pedagang yang tergabung dalam Persatuan Pasar dan Warung Tradisional Cabang Pasar Raya Rancaekek, berunjuk rasa di depan kantor pemasaran PT Rancek Sukses di Jalan Raya Dangdeur, Kec. Rancaekek, Kab. Bandung, Rabu (17/3).
RANCAEKEK,(GM)-
Lebih dari 100 pedagang yang tergabung dalam Persatuan Pasar dan Warung Tradisional (Pesat) Cabang Pasar Raya Rancaekek Kab. Bandung, berunjuk rasa di depan kantor pemasaran PT Rancek Sukses, pengelola pembangunan Mal Rancaekek Trade Center di Jalan Raya Dangdeur, Kec. Rancaekek, Kab. Bandung, Rabu (17/3) sekitar pukul 10.00 WIB.

Mereka menolak pembangunan Mal Rancaekek Trade Center untuk tempat berjualan para pedagang pasar tradisional Pasar Raya Rancaekek. Sebab dinilai tidak sesuai dengan keinginan dan aspirasi pedagang lama Pasar Raya Rancaekek.

Bentuk penolakan itu disampaikan dengan cara berorasi di depan kantor pemasaran sambil membawa sejumlah poster. Menurut mereka, untuk pembangunan mal, selain ada intimidasi dari pihak lain, juga akan menyebabkan mereka tersisih dan termarginalkan.

Di sela-sela orasi, sejumlah perwakilan demonstran akhirnya diterima Manajer Keuangan PT Rancek Sukses, Oni Purnawan untuk berdialog. Namun perundingan itu tidak menghasilkan kesepakatan. Para pedagang pun lalu melanjutkan aksinya dengan mendatangi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Bandung.

Aksi unjuk rasa tersebut dipimpim Ketua Umum Pesat Jabar, Usep Iskandar didampingi Ketua Pesat Cabang Pasar Raya Rancaekek, Kab. Bandung, O. Sholihin dan Sekretaris Edi Supriadi.

Dalam pernyataan sikapnya, Usep menolak pembangunan Mal Rancaekek Trade Center sebagai tempat berjualan para pedagang pasar tradisional Pasar Raya Rancaekek. "Karena dalam surat bupati No. 591/019/BPM/2009 tentang Izin Pemanfaatan Atas Tanah (IPT) tertanggal 20 Maret 2009, yang intinya pembangunan Pasar Raya Rancaekek tidak boleh mengubah fungsi dasar pasar tradisional," katanya.

Ia juga mengeluhkan tempat relokasi para pedagang lama Pasar Raya Rancaekek, ke lokasi tempat penampungan pedagang sementara (TPPS) Griya Al-Masoem untuk 458 pedagang. Ratusan pedagang itu direlokasi pada 2009.

"Lokasinya sangat tidak representatif dan strategis untuk tempat berjualan. Selain itu, kondisinya sering banjir dan tidak dikelola secara profesional. Akibatnya, para pedagang sangat dirugikan, baik secara moril maupun material," keluhnya.

Sudah lengkap

Sementara itu, Manajer Keuangan PT Rancek Sukses, Oni Purnawan mengatakan, perizinan untuk mendirikan Mal Rancaekek Trade Center, sebenarnya sudah lengkap. Yaitu mulai dari mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Izin Pemanfaatan atas Tanah (IPT), dan surat izin lainnya. "Bahkan surat keputusan Mahkamah Agung juga sudah ada," katanya.

Termasuk, kata Oni, pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi sejak awal dalam pelaksanaan pembangunan mal tersebut.

Datangi Pemkab Bandung

Setelah melakukan aksi di Pasar Rancaekek, para pengunjuk rasa lalu mendatangi Pemkab Bandung sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka ingin bertemu dengan Disperindag dan anggota DPRD Kab. Bandung untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Usai berorasi di depan gerbang utama Pemkab Bandung, massa merangsek masuk ke lingkungan Pemkab Bandung. Namun aksi mereka terhalang barikade Polres Bandung. Setelah melakukan negosiasi, akhirnya para pengunjuk rasa bisa melakukan pertemuan dengan Disperindag dan dewan, meski hanya perwakilannya saja.

Dua puluh orang perwakilan pengunjuk rasa pun selanjutnya bertemu dengan Disperindag dan anggota DPRD Kab. Bandung di ruang rapat Komisi B. Pertemuan dipimpin langsung Ketua Komisi B Saeful Bahri. Selaian Komisi B, tampak juga salah seorang anggota Komisi A, Cecep Suhendar.

Sedangkan dari Pemkab Bandung, tampak hadir Kadisperindag Kab. Bandung Bambang Budiharjo, Kabid Pasar Engkus, dan Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Daerah (BPMPD) Drs. Agus Suratman.

Bambang Budiharjo menuturkan akan memanggil PT Rancek Sukses untuk mengkroscek apa yang terjadi di lapangan. Terlebih selama ini dia memang belum pernah bertemu dengan pihak perusahaan tersebut. "Kita akan panggil untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi pedagang di lapangan. Saya juga minta dewan untuk memfasilitasi pertemuan tersebut," harapnya.

Sementara itu, Kepala BPMPD Kab. Bandung, Agus Suratman menuturkan, dalam perizinannya, pembangunan pasar yang baru oleh PT tersebut harus berbasis pasar tradisional. "Saya pantau ke lapangan, meski belum jadi bangunannya tapi mirip trade center. Nanti saya akan panggil pihak Rancek Sukses," katanya. (B.105/B.97)**
Share

copyright © 2001 www.klik-galamedia.com