CICAHEUM,(GM).-
Puncak lonjakan penumpang angkutan bus diperkirakan pada Rabu (8/9) atau pada H-2. Pemudik diperkirakan akan memadati terminal mulai subuh sampai malam hari. Hari ini akan dijadikan waktu mudik karena sejumlah instansi dan perusahaan mulai meliburkan karyawannya.
JLN. STASION,(GM).-
Tidak hanya bus, puncak arus mudik melalui jasa transportasi kereta api (KA) di wilayah Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung juga diprediksi terjadi pada H-2, Rabu (8/9). Pada masa puncak arus mudik Lebaran ini diperkirakan penumpang akan mencapai 12.132 orang.
NAGREG,(GM).-
Meski terjadi peningkatan jumlah kendaraan yang melewati Nagreg, namun hingga H-3 Lebaran, Selasa (7/9) sore, Jalan Raya Nagreg maupun Lingkar Nagreg padat lancar. Padahal arus lalu lintas di Jalan Lingkar Nagreg sempat dibuka tutup karena terjadi hujan deras.
PADALARANG,(GM).-
Para pemudik diharapkan lebih hati-hati dalam menjalankan kendaraannya karena curah hujan yang cukup tinggi seperti sekarang ini berpotensi rawan kecelakaan. Berdasarkan data dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Cimahi terdapat 12 titik rawan kecelakaan di wilayah Kab. Bandung Barat (KBB).
SOREANG,(GM).-
Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kab. Bandung mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam membeli daging, khususnya daging sapi dan daging ayam. Mereka diminta membeli daging yang halal, aman, utuh, dan sehat. Meskipun demikian, pada beberapa kali pantauan dan tes fisik ke sejumlah pasar tradisional, termasuk Selasa (7/9), belum ditemukan daging yang membahayakan untuk dikonsumsi.
JAKARTA,(GM).-
Hari Raya Idulfitri yang jatuh pada 1 Syawal, selama ini bisa dirayakan berbeda hari di antara golongan di Indonesia. Namun untuk tahun ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) memperkirakan 1 Syawal akan jatuh di hari yang sama.
Kamis, 11 Maret 2010
Penggerebekan Teroris di Pamulang
Dulmatin Terbunuh
net
KEPALA Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Edward Aritonang menunjukkan foto tiga tersangka pelaku tindakan terorisme, di Gedung Mabes Polri, Jln. Trunojoyo Jakarta Selatan, Rabu (10/3).
JAKARTA,(GM)-
Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) memastikan salah satu tersangka teroris yang tewas di Pamulang adalah Dulmatin. Kepastian itu diperoleh setelah Polri melakukan tes DNA jenazah yang bersangkutan.
"Jenazah nomor 001 itu, 100 persen, dengan tingkat kemungkinan kekeliruan 1:100.000 triliun, betul, benar-benar Dulmatin alias Yahya alias Mansyur alias Joko Pitono," kata BHD dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jln. Trunojoyo Jakarta Selatan, Rabu (10/3).
Sedangkan dua teroris lain yang meninggal merupakan pengawal Dulmatin, yaitu Ridwan dan Hasan Nur. "Jenazah nomor 003 itu Ridwan, pengawal yang bersangkutan (Dulmatin) dan 003 Hasan Nur, pengawal juga," katanya.
Seorang pengawal Dulmatin, Syaiful Siregar alias Abu Haikal, juga tertembak, namun tidak tewas. Kepastian jenazah Dulmatin selain didapat melalui tes DNA, juga dicocokkan lewat ciri-ciri fisik. Foto-foto dan kesamaan fisik juga membuktikan jenazah 001 adalah Dulmatin.
Hal tersebut dijelaskan Kepala Pusdokkes Mabes Polri, Brigjen Pol. dr. Musaddeq Ishaq di Mabes Polri. Tim Polri membandingkan ciri-ciri fisik tiga jenazah teroris dengan ciri-ciri fisik Dulmatin.
Ada kesamaan ciri fisik, yaitu tahi lalat di bawah bibir sebelah kanan. "Kami dapatkan ada hal identik, tahi lalat. Kemudian alis cocok dan dagu cocok," kata Musaddeq.
Kemudian foto-foto saat hidup dan foto jenazah setelah meninggal pun dibandingkan. "Foto hidup dan foto jenazah juga cocok," lanjutnya.
Tim Dokkes pun mengambil sidik jari, namun tidak ada sidik jari pembanding. Polri juga mengandalkan tes DNA lewat Hj. Asmiyati (60) dan Ali Usman (12). Keduanya diketahui merupakan ibu dan anak Dulmatin. "Jenazah nomor 001 match 100 persen dengan profil DNA di data kami," ujarnya.
Di Canberra, Australia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dua kali berpidato di hadapan parlemen yang juga dihadiri Perdana Menteri Kevin Rudd. Dua kali pula SBY mengumumkan Indonesia telah berhasil melumpuhkan teroris yang paling dicari di Asia Tenggara, Dulmatin.
Pidato pertama SBY disampaikan di hadapan ratusan undangan makan siang, yang mayoritas para anggota parlemen. Dalam pidato yang berlangsung cair itu, SBY menggunakan bahasa Indonesia dan Dino Patti Djalal menjadi penerjemah.
Dalam kesempatan inilah di akhir pidato, SBY mengumumkan Dulmatin telah dilumpuhkan. Ratusan hadirin pun melakukan standing applause. Sejak awal pun mereka sering tertawa dan bertepuk tangan karena pidato SBY yang cukup menghibur.
Usai sambutan di acara makan siang di parlemen, SBY kembali berpidato di hadapan parlemen Australia. Namun acara ini juga dihadiri para pelajar Australia dan masyarakat Indonesia, yang tinggal di Negari Kanguru tersebut. Namun dalam pidato kedua, SBY menggunakan teks dalam bahasa Inggris.
Dalam pidato keduanya ini, SBY juga mengumumkan bahwa Indonesia dalam waktu yang tidak terlalu lama, telah melumpuhkan dua gembong teroris, yakni Noordin M. Top dan M. Azahari. "Dan kemarin, polisi Indonesia berhasil menangkap teroris yang paling dicari di Asia Tenggara, Dulmatin," paparnya.
Dalam pidatonya yang kedua ini, SBY juga mendapatkan banyak tepuk tangan. Bahkan di akhir pidato, ia mendapatkan standing applause dari hadirin. Namun tidak semeriah saat pidato pertamanya.
Di atas Dr. Azahari
Polri tentunya bangga karena berhasil melumpuhkan Dulmatin dkk. Dulmatin adalah teroris termahal asal Indonesia, yaitu seharga Rp 93 miliar (10 juta dolar AS) yang diburu sejak bom Bali 2002. "(Kemampuan) Dulmatin di atas Dr. Azahari, sehingga jadi perburuan negara lain," ujar Kapolri.
Ada empat negara yang memburu pria asal Pemalang, Jateng ini, Indonesia, Filipina, AS, dan Australia. AS dan Australia berkepentingan karena puluhan warganya turut tewas dalam bom Bali yang diotaki Dulmatin.
Dr. Azahari dikenal sebagai ahli bom. Dia tewas meledakkan diri dalam penggerebekan di Batu, Malang tahun 2005. Kapolri menggambarkan Dulmatin sebagai orang yang memiliki kemampuan pengeboman jarak jauh. "Kita tak pernah menghentikan operasi ini," ujar Kapolri.
Kapolri Jenderal BHD menyatakan, pihaknya memastikan kematian Dulmatin pada pukul 10.00 WIB. Dia langsung lapor ke Presiden SBY yang sedang melakukan kunjungan kerja ke Canberra.
"Alhamdulillah pukul 10.00 WIB sudah bisa ditentukan (identitasnya) dan tentunya kami lapor kepada Bapak Presiden pada saat berpidato (di Australia) dan juga pada Bapak Wapres tadi," ujar BHD.
SBY mengumumkan prestasi anak buahnya itu saat berbicara di depan anggota parlemen Australia di Canberra. Berkat pidato SBY inilah teka-teki apakah benar Dulmatin turut tewas di Pamulang, terjawab. Sebab sebelumnya tidak ada otoritas resmi yang membenarkan bahwa Dulmatin tewas.
Kapolri menyampaikan pujiannya pada Pusdokkes Polri, yang bekerja keras menyimpulkan identitas Dulmatin dkk. "Begitu terjadi kontak senjata dan ada yang meninggal, kemudian dikirim ke RS Kramatjati, Pusdokkes tidak berhenti bekerja," ujar BHD dengan wajah berseri.
Barang bukti
Selain menewaskan tiga teroris termasuk Dulmatin, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang beragam dari rumah Fauzi, mulai dari remote bom sampai senjata. "Kami mendapatkan tiga remote untuk bom dan lima lembar tulisan rangkaian untuk membuat bom," kata Kapolri.
Polisi juga menyita slip penukaran uang peso di General Santos City, Filipina pada 2003. Ada juga slip dari money changer di daerah Menteng, Jakarta Pusat pada 24 Desember 2009. Polisi pun menyita KTP dan paspor bernomor R 426677 dari Imigrasi Jakarta Timur atas nama Yahya Ibrahim. "Ada pistol revolver dan peluru, bukan buatan sini. Pistol FN juga bukan buatan sini dan peluru sudah digunakan," ungkap BHD.
Tak hanya itu, polisi juga menyita dua ponsel, 2 SIM card, dan kartu perdana yang dibeli di Aceh. Alat elektronik lain yang disita, netbook Acer Aspire hitam dan handycam. "Semua kami sita (barang bukti ini) dari rumah dr. Fauzi di Pamulang," ujarnya.
Tewasnya trio bomber Amrozi, Imam Samudra, dan Ali Gufron, ternyata juga jadi pemicu masuknya Dulmatin ke Indonesia. Otak Bom Bali I ini ingin menciptakan medan perang seperti di Filipina. "Dia juga mau balas dendam karena trio bomber dieksekusi. Karena di Filipina juga lagi gencatan senjata, enggak ada perang. Dan dia juga ingin hidupkan lagi di Indonesia, front baru," ujar sumber yang enggan disebutkan namanya.
Alasan kuat ia kembali terpancing masuk Indonesia juga karena panggilan jihad dari teman-temannya di Indonesia yang semakin gencar. "Karena polisi sendiri sudah membuka front, lihat saja eksekusi trio bomber, peristiwa Temanggung, dan penggerebekan Noordin M. Top di Solo," katanya.
Untuk melaksanakan niatnya, Dulmatin pun sudah siap melatih pasukannya di Aceh. "Dia ingin lebih memperdalam anak buahnya di Aceh agar lebih ahli. Tapi yang di Aceh enggak siap mental, ketika digerebek lari," ungkapnya.
Senjata di Aceh kebanyakan jenis AK-47 karena bekas peninggalan di daerah konflik. Apakah kelompok di Aceh memiliki kaitan dengan kelompok GAM? "Yang kelompok di Aceh ini namanya Front Mujahidin Islam Aceh, yang bawa Tengku Fauzi Hasbi Gedong, ini berbeda dengan GAM yang berpaham nasionalis, sekuler. Hasbi Gedong ini pernah ke Ambon pada 1999 lalu dibawa Umar Al Faruk. Cita-cita mereka ingin membentuk Republik Islam Aceh," tutupnya.
Minta maaf
Sementara itu, keluarga Dulmatin meminta maaf atas segala yang dilakukan buruan Interpol sejak 2002 itu. "Keluarga menyatakan meminta maaf," ujar kakak Dulmatin, Azzam Baabud dalam wawancara dengan sebuah stasiun televisi swasta.
Azzam mengakui, mungkin saja ada perubahan mendasar pada adiknya selama mereka tidak pernah bertemu. "Sudah sekitar 12 tahun sudah tidak ada kontak lagi dengan keluarga," ucapnya.
Saat Kapolri Jenderal BHD memperlihatkan foto Dulmatin dalam jumpa pers di Mabes Polri, yang disiarkan langsung sejumlah televisi, Azzam tampak memperhatikan dengan saksama. Raut wajahnya kerap terlihat sedih. Sesekali ia pun mengusap wajahnya. (detik.com)**