SUMEDANG,(GM).-
Bupati Sumedang, Dr. H. Don Murdono, S.H., M.Si. bersama jajaran musyawarah daerah (muspida) serta pejabat institusi terkait, meninjau langsung kesiapan menyambut Lebaran 1431 H, ke sejumlah lokasi, Kamis (2/9).
SUKABUMI,(GM).-
Guna mewaspadai beredarnya daging impor ilegal ke pasaran lokal, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Sukabumi, memperketat pengawasan distribusi daging khususnya jelang Lebaran.
SUBANG,(GM).-
Seorang alap-alap motor warga BTN Puskopad Sukajaya Blok C No. 70 Kp. Cilaja, Kel. Cigadung, Kec. Subang harus dirawat di Puskesmas Jalancagak, setelah babak belur dihajar warga karena kepergok sedang membawa sepeda motor hasil jarahannya di Kp. Cileuleuy, Desa/Kec. Jalancagak, Kamis (2/9) sekitar pukul 12.30 WIB.
SUKABUMI,(GM).-
Untuk memuaskan pelanggan, PLN Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Kota Sukabumi telah menerapkan prinsip kerja dengan mengedepankan "top tanpa tip", atau pelayanan terbaik kepada pelanggan tanpa memperoleh imbalan apa pun. Penerapan prinsip kerja tersebut guna memberikan kepuasan serta kenyamanan kepada para pelanggan.
SUBANG,(GM).-
Memasuki H-7 Lebaran, arus kendaraan pemudik yang melintasi jalur pantai utara (pantura) Subang masih sepi, kecuali angkutan bus dan truk yang mengangkut sembako, termasuk sepeda motor warga sekitar yang masih tampak hilir mudik. Demikian juga di jalur Subang Tengah, Sadang-Kalijati-Subang-Cikamurang masih didominasi angkutan umum.
SUMEDANG,(GM).-
Ratusan kepala desa (kades) mempertanyakan sekaligus mendesak Pemkab Sumedang untuk segera mencairkan uang upah pungut (UUP) serta insentif pajak bumi dan bangunan (PBB) yang menjadi hak para kolektor.
Rabu, 08 Juli 2009
Bocah Terkena Virus Flu Burung
SUKABUMI,(GM)-
Gumilar (7), warga Kp. Bungur Pandak RT 03/RW 05 Desa Bojong Kembar, Kec. Cikembar, Selasa (7/7) dirawat di RSUD Sekarwangi Cibadak, karena diduga terkena virus flu burung. Suhu tubuhnya mencapai 37 derajat Celsius dan menderita flu berat selama 24 jam.
"Kendati masih dalam kategori suspect flu burung, namun kami sangat mengkhawatirkan kondisi klinis yang dialami anak tersebut. Apalagi suhu tubuhnya kini mencapai 37 derajat serta flu yang dialaminya makin berat," ungkap Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2MPL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kab. Sukabumi, Dadang Sucipta kepada "GM", Selasa (7/7).
Untuk memastikan apakah positif terinfeksi flu burung, kata Dadang, RSUD sedang mendiagnosis kondisi klinis yang dialami anak itu
.
"Namun sejauh ini, kami belum memperoleh kepastian apakah dia positif teridentifikasi atau tidak. Kami masih menunggu hasilnya," katanya
Dadang mengugkapkan, sebelum gejala panas dan flu diderita pasien, di lingkungan sekitarnya ada puluhan ekor ayam mati mendadak.
"Radiusnya 200 meter dari dari rumahnya," katanya.
Selain Gumilar, lanjut Dadang, pihaknya juga telah mengobservasi delapan warga lainnya yang mengalami gejala serupa dengan Gumilar. Mereka adalah Ma Anah (90), Een (40), Ma Ihat (60), Ujang Sadeli (15), Ade (40), Ningsih (50), dan Resti (18). Mereka mengalami flu berat disertai panas pascakematian ayam tersebut.
Dijelaskannya, tanda-tanda terjadi dugaan suspect flu burung itu setelah acara pernikahan salah seorang warga, Apung (41), penduduk Kp. Bungur, yang mengadakan pesta pernikahan anaknya.
"Diduga ayam yang akan dimasak dalam kegiatan pernikahan itu, mati mendadak. Hanya dalam sehari, puluhan ekor ayam milik warga yang berada tidak jauh dari rumah Apung mati mendadak," katanya.
Lebih lanjut Dadang menambahkan, kondisi suspect flu burung dialami belasan warga Kp. Pasir Kuray RT 03/RW 03 Ds. Mekarsari, Kec. Ciemas. Mereka mengalami gejala seperti Gumilar. Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, Dinkes telah melakukan observasi terhadap warga. Bahkan Dinkes telah mendirikan posko pelayanan khusus 24 jam untuk melayani kesehatan. (B.118)**