| Sabtu, 14 Februari 2009 |
|
| Evan Driyananda |
| Kurangi Sampah dengan Robot |
|
APA yang Anda pikirkan bila ada keran atau garpu bekas? Tentu membuangnya, 'kan? Itulah hal pertama yang mungkin terlintas dalam benak Anda. Tapi tidak dengan Evan Driyananda. Mahasiswa seni rupa universitas pendidikan ini mengolah barang-barang bekas menjadi mainan robot.
Sejumlah barang bekas seperti blender, keran, tong sampah, garpu, kaleng rokok, dan roda mobil-mobilan bekas disulapnya jadi robot tong sampah berjalan. Dengan bantuan remote control bekas, Evan pun dapat menjalankan robot recycle experience ini ke jalur yang diinginkan.
"Bahan-bahannya didapat dari sampah yang ada di rumah, juga suplai dari teman-teman," ujar Evan di sela acara "Youth to Earth Conference, Simple Act, Huge Impact", di Aula Timur Institut Teknologi Bandung (ITB), Jln. Ganesha, belum lama ini.
Dikatakan Evan, robot buatannya bisa digunakan sebagai tong sampah berjalan. Saat ada acara, robot ini bisa digunakan dengan cara menjalankannya ke sejumlah peserta. Sehingga, peserta bisa membuang sampah ke robot tersebut tanpa harus berjalan ke tong. "Jadi lebih mudah, tak usah bolak-balik ke tong sampah. Kalau ada robot ini, mereka bisa membuang sampah ke tong yang ada di dalam tubuh robot ini," ungkapnya.
Ide awal pembuatan robot ini muncul saat Kota Bandung mengalami permasalahan sampah hingga dicap kota sampah pada 2006. Saat itu, Evan berpikir bagaimana agar sampah bisa dikurangi dan bisa diolah jadi barang yang berguna. "Bila kita kreatif, sampah bisa jadi sesuatu yang berguna," ujar mahasiswa semester akhir ini.
Dari situlah Evan mulai memanfaatkan sampah yang ada di rumahnya untuk dibentuk jadi benda bermanfaat. Umumnya sampah yang digunakan adalah sampah nonorganik seperti kaleng, botol bekas, dan lainnya. "Setidaknya sampah yang ada di rumah dan rumah teman berkurang," ujarnya.
Bersama rekan-rekannya di Recycle Experience, Evan telah membuat puluhan robot mainan dari sampah nonorganik. Tiap ada even soal lingkungan, Evan dan rekannya selalu memamerkan karyanya. Evan mengingatkan masyarakat bahwa kita bisa berbuat untuk mengurangi sampah dengan memanfaatkannya. "Sampah enggak seburuk yang kita kira, bisa kita manfaatkan jadi barang yang berharga," katanya. (yeni/"GM")**
|
|
| Share |
|
|