HOME  
Edisi: Sabtu, 14 Februari 2009
BERITA UTAMA
Awas Terpeleset Lagi, Sib!
Bukan Lawan Ringan
Perempuan Diharapkan Isi 30 Persen Kursi Parlemen
Wanita Muda Tewas Terbenam di Sawah
Polda Gerebek Gudang Jamu Ilegal
Dapat Sebabkan Kematian
Gempur Tolak Iklan Penodaan Agama
ITB Segera Gelar Sidang Disiplin
BANDUNG RAYA
15.000 KK Belum Nikmati Listrik
Dada, "Pembenahan Bukan Respons Hasil Survei"
Jawa Barat Dapat Dana BOS Rp 2,826 Triliun
Polisi Bekuk "Si Vampir"
Keropos, Jembatan Bojonghaleuang
Rp 50 M Anggaran Pembangunan Desa
PT IP Kaji Ulang MoU dengan Petani
Sindikat Ganja Diciduk
Toko Vega Dibobol Maling
Kota Cimahi Segera Miliki ”Packaging House”
Laporan Dana Pilgub Belum Tuntas
Pemain Persib Siap Bayar Pajak Penghasilan
KPU Kota Bandung Terima Surat Suara
DAERAH
Mantan Sekda Garut Divonis 5 Tahun
Sekretaris Panwascam Bobol Kas Panwas Kota
Kantor Disdukcapil Dirampok
Petani Disambar Petir, 1 Tewas
86 Bangunan Rumah Translok Hancur
Siswa SMPN 9 Tasik Demo
PPNP Imbau Nelayan Hati-hati
REMAJA
Kurangi Sampah dengan Robot
Haruskah Ada "Kasta" di SMA?
Berbagai Keunggulan di Sekolah Gratis
Menghapus Jejak
HIBURAN
Penantian Panjang
Curi Simpati Pencipta Lagu
OLAHRAGA
Jadwal Copa Persib Bermasalah
Gawang Persib Clean Sheet
Adu Strategi Dua Sahabat
Persikab Benahi Komunikasi
Main Kompak, Angkasa Menang
Trinitas Tantang SMAN 9 Bandung
Ziga Ditahan Imbang Por TJ
Semangat Baru Trezegol
Cassano Digoda
Konsisten Poulsen!
Dua Raksasa Takut Kalah
"The Blues" Tidak Kondusif
Valencia Tetap Konsentrasi
Hiddink Optimis
Scolari, "Chelsea Sangat Birokratik"
Sabtu, 14 Februari 2009
Evan Driyananda
Kurangi Sampah dengan Robot
APA yang Anda pikirkan bila ada keran atau garpu bekas? Tentu membuangnya, 'kan? Itulah hal pertama yang mungkin terlintas dalam benak Anda. Tapi tidak dengan Evan Driyananda. Mahasiswa seni rupa universitas pendidikan ini mengolah barang-barang bekas menjadi mainan robot.

Sejumlah barang bekas seperti blender, keran, tong sampah, garpu, kaleng rokok, dan roda mobil-mobilan bekas disulapnya jadi robot tong sampah berjalan. Dengan bantuan remote control bekas, Evan pun dapat menjalankan robot recycle experience ini ke jalur yang diinginkan.

"Bahan-bahannya didapat dari sampah yang ada di rumah, juga suplai dari teman-teman," ujar Evan di sela acara "Youth to Earth Conference, Simple Act, Huge Impact", di Aula Timur Institut Teknologi Bandung (ITB), Jln. Ganesha, belum lama ini.

Dikatakan Evan, robot buatannya bisa digunakan sebagai tong sampah berjalan. Saat ada acara, robot ini bisa digunakan dengan cara menjalankannya ke sejumlah peserta. Sehingga, peserta bisa membuang sampah ke robot tersebut tanpa harus berjalan ke tong. "Jadi lebih mudah, tak usah bolak-balik ke tong sampah. Kalau ada robot ini, mereka bisa membuang sampah ke tong yang ada di dalam tubuh robot ini," ungkapnya.

Ide awal pembuatan robot ini muncul saat Kota Bandung mengalami permasalahan sampah hingga dicap kota sampah pada 2006. Saat itu, Evan berpikir bagaimana agar sampah bisa dikurangi dan bisa diolah jadi barang yang berguna. "Bila kita kreatif, sampah bisa jadi sesuatu yang berguna," ujar mahasiswa semester akhir ini.

Dari situlah Evan mulai memanfaatkan sampah yang ada di rumahnya untuk dibentuk jadi benda bermanfaat. Umumnya sampah yang digunakan adalah sampah nonorganik seperti kaleng, botol bekas, dan lainnya. "Setidaknya sampah yang ada di rumah dan rumah teman berkurang," ujarnya.

Bersama rekan-rekannya di Recycle Experience, Evan telah membuat puluhan robot mainan dari sampah nonorganik. Tiap ada even soal lingkungan, Evan dan rekannya selalu memamerkan karyanya. Evan mengingatkan masyarakat bahwa kita bisa berbuat untuk mengurangi sampah dengan memanfaatkannya. "Sampah enggak seburuk yang kita kira, bisa kita manfaatkan jadi barang yang berharga," katanya. (yeni/"GM")**
Share

copyright © 2001 www.klik-galamedia.com